Pati Kota Seribu Paranormal

Tidak berlebihan jika Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berjulukan kota seribu paranormal. Di Pati, sangat mudah menemukan paranormal, baik yang sudah tersohor seperti Boss Eddy atau Mbah Roso, maupun paranormal kelas kampung yang tersebar di hampir seluruh perkampungan.

Di antara paranormal yang kondang, ada nama-nama seperti Boss Eddy, Mbak Har, Mbah Roso, Jeng Asih, Sukma Jati, Anisa Dewi, David Gombak, dan Dewi Sedap Malam. Klien mereka beragam, mulai dari kalangan selebritas, pejabat, politikus, tentara, polisi, pengusaha, pedagang, sampai mahasiswa.

Menurut Boss Eddy, yang juga Ketua Paguyuban Paranormal Indonesia, menjamurnya paranormal di Pati tak lepas dari sejarah panjang supranatural di daerah ini. Sejak zaman Mataram Hindu, masyarakat Pati dikenal sebagai masyarakat yang gandrung ilmu kanuragan (kesaktian). Saat Kerajaan Mataram Hindu bermetamorfosis menjadi Mataram Islam dan mendirikan Kerajaan Demak Bintoro, konon masyarakat Pati, yang hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Demak, ikut berjuang.

Secara geografis, Pati juga dikelilingi oleh makam-makam tokoh spiritual yang sangat kuat. Di sebelah barat ada Sunan Kalijaga di Demak, serta Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus. Di sebelah selatan ada Syekh Jangkung dan Saridin yang kondang dengan kesaktiannya. Dari sisi utara ada makam KH Mutamakin. Di pegunungan Patiayam juga pernah berdiri padepokan yang dipimpin Senggoropati, paranormal kondang yang menjadi guru hampir semua paranormal saat ini.

 

“Keberadaan makam-makam tersebut ikut mempengaruhi tradisi spiritual masyarakat Pati,” ujar Boss Eddy ketika ditemui Tempo, Senin malam, 1 April 2013. Keberadaan makam-makam tersebut, lanjutnya, ikut memperkuat aura spiritual masyarakat Pati.

Hal senada diakui Jeng Asih. Menurut perempuan bernama asli Asih Marlina ini, keberadaan setiap tokoh spiritual di Pati menjadi sumber kekuatan para paranormal yang ada sekarang. Sumber kekuatan itu sesuai dengan jasa layanan yang diberikan para paranormal yang meliputi pengasihan, penglarisan, kanuragan, dan kewibawaan.

Dia menguraikan, pengasihan tak lepas dari keberadaan Ratu Kalinyamat dan Mbah Ratu. Sumber kekuatan kewibawaan adalah Makam Eyang Pragolo dan Eyang Mbuluh Cengol Sewu. Sedangkan tokoh Saridin dan Tondo Negoro sebagai sumber kekuatan kanuragan. “Masing-masing tokoh tersebut masih punya pengikut sampai sekarang,” kata Jeng Asih

Pesantenan Kota Pati

Selamat Datang di Kota Pati Bumi Mina Tani

Selamat datang di Kota Pati Bumi Mina Tani. Kota kecil yang berada di pesisir pantai utara Jawa Tengah ini memiliki banyak julukan dan keunikan. Salah satu julukan terbaru yang disematkan adalah Kota Seribu Paranormal.

Dengan julukan Kota Seribu Dukun, Kota Pati layak menyandang predikat sebagai Hogwarts van Java. Sebagaimana kita tahu, Hogwarts adalah kota yang dihuni oleh para penyihir atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan dukun. Hogwarts dikenal masyarakat dunia melalui film fantasi Harry Potter yang dikarang oleh JK Rowling.

Dengan identitas kota yang identik dengan paranormal,dukun, dan hal-hal yang terkait dengan dunia mistis, ada juga yang mengatakan bahwa Pati Kota Angker. Namun, julukan ini tidak lantas membuat kita enggan berkunjung ke kota Pati karena sebetulnya Pati menyimpan sejuta potensi yang membanggakan, mulai dari wisata alam, kuliner, wisata rekreasi, hingga seni budaya yang indah nan elok.

Selain kota seribu paranormal, Pati juga mendapatkan banyak julukan, salah satu di antaranya kota kacang, kota pensiunan, kota manggis, dan yang paling populer dari zaman dulu sampai sekarang adalah Pati Bumi Mina Tani. Ada juga beberapa orang yang menyematkan Pati sebagai kota seribu karaoke.

Hal ini tidak lepas dari banyaknya lokasi atau tempat-tempat karaoke di Kabupaten Pati, mulai dari jalan yang ada di sepanjang jalan Raya Pati-Kudus hingga di wilayah Pati bagian timur. Tak ayal, wisata malam di Pati menjadi salah satu destinasi wisata hiburan yang paling banyak dicari.

Terlebih jajanan, kuliner atau oleh-oleh khas Pati sangat menawan hati. Mulai dari nasi gandul, soto kemiri, petis kambing khas desa Runting, getuk runting, sego mangut kepala manyung, kotokan gereh tongkol, nasi tewel, dawet siwalan, wedang cemuai, kopi khas Jolong, wedang coro, bandeng presto khas Juwana, batik bakaran, kerajinan kuningan, hingga kerupuk daging dan ampo.

Dengan adanya PT Garuda Putra Putri Jaya atau yang dikenal dengan kacang garuda dan PT Dwi Kelinci atau yang akrab diketahui kacang dua kelinci, sebagian besar buruh di Pati bekerja di sana, selain pekerjaan sebagai buruh tani.

Secara geografis-administratif, Kabupaten Pati berbatasan dengan Kabupaten Kudus pada bagian barat, Jepara di bagian utara, Rembang di bagian timur, dan Grobogan pada bagian selatan. Jadi, kalau kita dari Semarang menuju arah Pati, kita akan melewati dua kota, yaitu Demak dan Kudus. Setelahnya, kita tiba di Kota Pati.

Kalau Anda ingin berkunjung ke Pati, kami dan segenap warga Pati ingin menyampaikan satu hal saja: Selamat datang di Kota Pati bumi mina Pati.